Monday, July 12, 2021

Akhir Adalah Titik Ambigu

Segala sesuatu membutuhkan proses. Nampaknya akan sulit menemui sesuatu yang "ujug-ujug". Tahu bulat yang digoreng dadakan saja tetap butuh proses. Dadakan sendiri merupakan sebuah proses. Dalam garis waktu yang pendek, sebuah proses dipersingkat hingga bisa terwujudnya dadakan. 

Lantas bagaimana idealnya sebuah proses? Pertanyaan yang sulit. Akan didapatkan jawaban yang begitu beragam. Terlalu sempit apabila diambil sebuah kesimpulan. Yang saya yakini, sebuah proses baiknya memiliki akhir. Pemikiran ini sekilas berlalu di benak saya. Tulisan dari Gus Irfan Afifi dalam buku "Senjakala Modernitas" memiliki sebuah kutipan yang menarik terkait dengan proses.

"Akhir adalah titik yang ambigu guna menandai sebuah proses. Sebuah proses tak harus selalu mengandaikan adanya ruang akhir, suatu kesempurnaan. Ada yang tercecer disana, ada yang lolos dari dunia kita. Dan ini soal biasa.

Sebuah akhir dalam proses ialah batas imajinasi kita untuk membatasi, menuntaskan apapun yang sedang berjalan. Dan ia menjadi sebuah pilihan bebas tapi sekaligus sadar, tepatnya pilihan untuk bergegas menyudahi proses panjang: tanpa harus menampik kesempurnaan di dalamnya dan tanpa menyesali kekurangan yang ada padanya. Karena sebuah proses kadang mesti segera ditutup walaupun sebenarnya belum atau tak akan pernah berakhir."

Proses yang saya lalui saat ini belum berakhir. Buku tersebut belum tuntas saya baca. Tak sabar rasanya bertemu dengan ujung jalan proses ini. Saya membayangkan tiba di sebuah ruangan nir kesempurnaan. Sebuah ruangan yang memiliki pilihan jalan yang harus saya ambil untuk diteruskan. Pilihan jalan untuk kembali berproses untuk bertemu dengan "akhir".

Monday, January 4, 2021

Nir Indra

Hidup itu memang berat, tapi bukan itu persoalannya. Persoalannya adalah engkau merasa keberatan atau tidak? Ketika engkau merasa keberatan, ringan pun terasa berat.

Lantas bisikmu menggerutu, "emang paling enak berfatwa, rasanya sangat ringan. Coba dipraktekan, pasti akan sangat berat dijalankan". Seringkali juga banyak orang yang ingin menceraikan doa dan usaha. Keduanya ini pasangan, keduanya saling mengisi, keduanya tak terpisahkan. Doa adalah bagian dari usaha, sedangkan usaha adalah tindakan nyata keinginan mewujudkan doa.

Doa dan usaha juga beraneka. Bisa yang kasat, bisa pula yang tak terlihat. Coba sekarang kita bercermin dalam diri kita. Lihat saja raga ini, antara yang terlihat dan kasat lebih banyak mana? Sekali lagi, antara yang terlihat dan kasat banyak mana? Tentu saja banyak yang kasat. Didalam tubuh yang terbalut kulit, dimulai dari sel yang jumlahnya miliaran, sampai bermacam organ yang tak terhitung yang bekerja, rapi, dan memiliki tatanan. Dari refleksi sederhana ini bisa dikatan bahwa sejatinya manusia itu adalah makluk ghoib.

Apa sih, ghoib? Singkatnya adalah segala sesuatu yang tidak bisa diindrai. Kita pun meskipun kasat, masih berusaha menutupi bagian yang terlihat. Kita memakai baju, memakai peci, memakai hijab. Kecenderungan ghoib makin kentara, bukan? Sekarang coba kita renungkan, ketika kita termasuk makluk ghoib, kita hanya mengandalkan usaha-usaha yang terlihat saja, bagaimana? Jelas bahwa potensi kegagalannya lebih besar.

Usaha-usaha yang tak nampak begitu besar dan bermanfaat. Usaha-usaha yang tak nampak justru seringkali membawa makrifat. 


Saturday, January 2, 2021

Mencari Cukup

Lebih itu belum tentu cukup, kurang itu sudah pasti tidak cukup, cukup itu cukup. Maka sudahlah, cukup saja, tidak usah lebih, tidak usah kurang.

Kita seringkali mencari yang tidak ada. Jelas-jelas kita menemukan yang ada. Lantas untuk apa mencari? Yang sudah ketemu saja. Yang ada saja.

Karena itu "ya udah, lah" seringkali jadi solusi. Bukan sebuah hal yang buruk, belum tentu juga yang terbaik. Tapi pada akhirnya menjadi pilihan yang paling pas. Cukup.

Wednesday, January 15, 2020

Ngelantur


Harmoni
Tempat di pusat kecil semesta
Dua tahun terlewati
Bingar sesak tuk ditempa

Berawal dari lantai dua
Berpindah ke tiga dan bertahan di catur
Tiap malam ku pejam mata
Rebahkan raga jadikan saraf letur

Embun digantikan debu
Sejuk hanya sesekali berlalu
Yang bisa kupastikan satu
Tak pernah kugadaikan yakin dan mimpiku

Friday, January 10, 2020

Kawruh Jiwa


"Kawruh Jiwo; meruhi awakipun piyambak."

Mengetahui/memahami dirinya sendiri. Ketika orang bisa memahami dirinya sendiri secara jujur, maka saat itu dia akan bisa memahami orang lain dan dia pun akan mengerti lingkungannya. Dan orang yang memahami diri sendiri, orang lain dan lingkungannya maka ketika itu pula orang tersebut bisa menemukan kebahagiaan.

Hidup itu butuhnya berapa? Cukupnya berapa? Sesuainya berapa? Nyamannya berapa? Sebisa mungkin kita harus mengetahui. Apabila tidak tahu, bagaimana kita bisa memenuhinya?

Semakin memahami diri, memahami orang lain dan memahami lingkungan, kita akan semakin mengenal sang pencipta. Disitulah letak dari puncak pengetahuan. Disitulah letak dari kebahagiaan sejati. Dan kebahagiaan sejati ini tidak tergantung waktu, tempat dan keadaan. "Boten gumantung wekdal, papan lan kawontenan."

Pulangku, Tujuku, Timurku


Pada kerasnya cor beton kami memacu laju. Diatas jalanan yang belah lahan sawah dengan kabut yang masih bercumbu. Pagi itu sinar matahari tembus pori kaca, jadikan silau. Kanan - kiri kami nampak kuning, pun sebenarnya lebih dominan hijau.

Trans Jawa pagi ini begitu lengang. Yang nampak hanya jalanan lurus membentang, memanjang dan begitu lapang. Sesekali kami lewati jalanan layang. Terlihat beberapa orang sambil lalu-lalang, melintang.

Tinggal beberapa kilometer lagi. Kami akan mendapatkan obat mujarab, penawar rindu, keluh kesah hati. Perjalanan kali ini rasanya seolah begitu suci. Kalau boleh bermajas hiperbola, bisa saja disamakan seperti naik haji.

Rumah di kampung halaman bagai kakbahnya, kedua telapak tangan ibu-bapak bagai hajar aswadnya, padat jalan yang berujung macet bagai tawafnya, klepon pun  juga tiwul bagai kurmanya, serta sirup Marjan rasa melon atau coco pandan sebagai air zam-zamnya.

Mudik adalah saat untuk bernostalgia. Selami sejenak sensasi melankolia. Nikmati setiap detiknya. Tuntaskan semua rasa rindu yang gelora. Dan yang terpenting dan utama, syukuri lebaranmu apapun keadaannya.


Tol Soket, 6 Juni 2019

Crane


Hidup itu nikmat
Setiap keluh, kesah, kisah, cita, tawa dan duka
Semua bermuara pada tempat yang sama
Putusan jalan dari segala dzat

Malam ini harusnya gelap
Tapi orang selalu miliki cara untuk akalinya
Jalan, ruang dan gedung disulap, jadi mengkilap
Tak habis sinar cahayanya

Dari pilihan tersaji, banyak yang bisa kupandangi
Kupilih satu yang nampak silau, buat mata terpukau

Crane
Di ketinggian ia memanjang
Dengan kerlip lampu sirine dia bergoyang
Diantara lantai gedung pindahkan material barang
Tak peduli terpaan angin di ketinggian menjulang

Crane
Kali ini aku mendapatkan pelajaran
Berat tak kau jadikan beban
Gelap tak kau jadikan penghalang
Ketinggian tak buat daya upayamu hilang

Karena salah satu nikmat hidup adalah ketika kita tak pernah berhenti untuk berjuang...

Monday, February 11, 2019

Sebuah Kata Baru dan Ulama

Sepertinya perlu ada sebuah kata baru. Kata yang menjelaskan arti dan makna dari kata ulama. Sebab akhir-akhir ini sebagai awam, jujur, saya menjadi bingung dengan kata tersebut.

Sepertinya kata ini mengalami pergeseran makna. Arti kata ulama yang ada di benak saya berbeda dengan arti ulama dalam sosok yang sliweran di media massa dan media sosial.

Setau saya, seorang ulama tidak brangasan. Setau saya ulama itu tidak seorang "bully". Dan yang paling utama, yang namanya ulama itu tidak kebal hukum.

Semoga kita semua dilindungi dari keblingeran massal. Jangan hanya fokus pada kata "kriminalisasi ulama". Tolong perhatikan juga kata "mengulamakan kriminal".


Tulisan 20 Desember 2018

Sunday, May 28, 2017

Francesco Totti; Cerita Romansa di Kota Abadi

Satu bulan yang lalu saya mengalami sebuah pengalaman yang menakjubkan. Ketika pagi tiba, hati saya begitu berbunga-bunga. Bagaimana tidak, sehari sebelumnya saya bertemu dengan sosok yang begitu saya idolakan. Dia adalah Francesco Totti. Saya teringat betul, dengan semangat yang menggelora saya berangkat ke Trigoria, menunggu anda di pelataran parkir kendaraan, penuh dengan atribut AS Roma. Saat yang saya nantikan datang ketika anda tiba, berjalan dengan penuh kharisma, dan dengan penuh keramahan menyapa saya. Saya tidak tahu dengan apa yang anda ucapkan kali itu, yang jelas saya langsung mengajak anda untuk berfoto bersama. Dengan bahasa Inggris ngelantur karena rasa grogi yang luar biasa saya berucap kepada anda

“Captain, you are my idol. I was following your career since 2000, before our latest scudetto. Your totality to the club, your integrity to the game and your loyalty to the city of Rome will always be in my mind. No matter what, I will always look up for you”

Anda hanya memberikan senyum simpul. Dan kemudian saya meminta anda untuk foto wifie dengan kamera HP yang saya bawa.

“I will upload this photo in my Instagram and Path. I will share my happiness to all my friends in social media”

Dengan santai anda membelas ucapan saya tadi.

“no, no. No Instagram, No Path. Facebook and Twitter eh”

Mendengar ucapan anda saya dengan sigap menangkap maksud tersebut.

“oke, Captain. I will upload in Facebook and Twitter then”

Singkat cerita, setelah sesi latihan di Trigoria selesai, saya kemudian kembali ke tempat saya menginap. Saya bisa tidur dengan nyenyak dan keesokan harinya tak sabar untuk membagikan pengalaman luar biasa yang saya alami tersebut dengan seluruh teman saya.

Pagi pun tiba, langsung saya membuka HP, mencari foto wefie yang sehari sebelumnya saya lakukan dengan anda. Sudah tak sabar rasanya ingin pamer ke teman-teman saya. Ketika membuka gallery foto, file yang saya cari tidak ada. Berkali-kali saya scroll ke atas dan kebawah, hasilnya tetap nihil. Hingga pada akhirnya saya tersedar, bahwa kejadian yang saya (rasa) alami tersebut hanya ada di mimpi. Sontak saja perasaan saya tidak karuan. Antara sedih karena impian saya masih menjadi angan semata, dan bahagia karena paling tidak saya bisa bertemu langsung dengan anda meskipun belum di kehidupan nyata. Pengalaman saya tidak mengada-ada. Kejadian itu benar-benar saya alami sekitar satu bulan yang lalu. Tepat di malam setelah Nike memberikan tribut dengan memperkenalkan sepatu Tiempo khusus edisi Totti. Bisa kalian bayangkan, begitu besarnya kekaguman saya tentang sosok seorang Totti, hingga pertemuan dengannya sampai terbawa mimpi.

Jika ditarik kebelakang, saya pernah menyaksikan langsung Anda. Tepatnya pada 26 Juli 2015. Kala itu AS Roma mengadakan tour yang berjuluk #ASRomaDay. Pada tour kali itu, Roma mengadakan kunjungan ke Jakarta dan menggelar pertandingan eksebisi. Tidak perduli pertandingan tersebut hanya bersifat simulasi, karena tim yang bermain adalah sesama pemain Roma. Yang terpenting kala itu adalah keberadaan kami sebagai fans AS Roma yang berada jauh terpisahkan jarak hingga lebih dari 10.000 km mendapat pengakuan dari manajemen klub. Saya masih ingat bagaimana saya begitu bersemangat sepanjang pertandingan menyaksikan tim bermain. Berdiri 90 menit bersama dengan Romanisti Indonesia di tribun selatan stadion Gelora Bung Karno. Sesuai pertandingan, saya masih menunggu rombongan tim meninggalkan stadion.

Jarak terdekat saya dan Totti
Terlihat jelas bus yang digunakan oleh tim melintas tak jauh dari saya. Ketika itu, anda berada pada tempat duduk paling belakang, tepat disamping kaca sebelah kanan bus. Itu adalah jarak terdekat antara saya dengan anda. Kurang lebih sekitar 3 meter, terpisah oleh kaca, terpisah oleh kerumunan Romanisti Indonesia, terpisah oleh tebal besi baja. Tak jadi masalah, pengalaman tersebut sudah cukup. Begitu luar biasa senangnya saya mengelu-elukan nama anda. Seolah kaca dan tebalnya besi-baja bus tak menjadi pemisah.

Malam ini, hari dimana anda memutuskan untuk mengakhiri karir sebagai pemain Roma akhirnya tiba. Jujur, ini adalah momen yang paling saya takutkan sebagai seorang Romanista. Saya belum bisa menerima seorang pemain dengan kemampuan dewa seperti anda memutuskan untuk pensiun. Saya belum bisa legowo menyaksikan pertandingan Roma tanpa penampilan anda, pun hanya berada di bangku cadangan pemain. Saya masih belum bisa ikhlas menyaksikan anda melambaikan tangan tanda perpisahan kepada seluruh penonton yang hadir di Olimpico. Saya belum bisa menerimanya.

Tetapi, ini adalah sebuah sebuah cerita. Ada awal, dan pada akhirnya harus ada akhir. Hari ini adalah bagian dari penggalan akhir dari sebuah cerita romansa di kota abadi, Roma. Sebuah romansa yang tak akan ada duanya. Sebuah romansa yang menceritakan pengabdian selama seperempat abad. Sebuah romansa yang yang menceritakan begitu banyak pengorbanan. Sebuah romansa yang menceritakan sebuah integritas, totalitas dan yang paling penting dari semua itu adalah gambaran nyata dari sebuah loyalitas.

Francesco Totti. Terima kasih terucap untuk semua kalimat puja-puji yang tidak bisa terangkai lagi. Totalitas, integritas dan loyalitas yang anda tunjukkan akan selalu saya jadikan contoh dalam diri. Sampai kapan pun, sosokmu akan selalu terpatri di fikir dan hati. Suatu saat nanti, apabila diberikan kesempatan, dengan penuh gairah dan kebanggan akan saya ceritakan romansa indah ini kepada anak-cucu yang saya miliki.

Tidak terasa, ketika menulis artikel ini air mata saya mengucur. Tetapi bisa saya pastikan bahwa air mata ini bukanlah air mata sedih akan datangnya perpisahan. Air mata ini adalah air mata kebahagiaan karena selama seperempat abad ini kami memiliki sosok besar seperti anda. Pada akhirnya, sebuah era dari seorang pangeran besar Roma akan diakhiri. Mulai detik ini, sepak bola tidak akan terasa sama seperti dulu lagi. Yang tersisa hanyalah sebuah ucapan, terima kasih, Grazie Totti.


Yogyakarta, 28 Mei 2017

Saturday, March 19, 2016

Rio Haryanto; Perjuangan 17 tahun Melawan "Tidak Mungkin"



Sudah lama saya mengikuti perkembangan berita mengenai Rio Haryanto. Yang paling saya ingat adalah ketika dia menjadi juara di GP3 Turki di usia yang masih belia, 17 tahun. Saat itu dia tidak diperhitungkan, sampai-sampai panitia tidak menyiapkan bendera Indonesia dan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Celakalah panitia perlombaan ketika tanpa diduga Rio berhasil menjadi juara pada seri tersebut. Jadilah bendera Polandia yang digunakan dengan posisi terbalik, ditambah lagi, Rio sendiri yang harus menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya di podium juara.

Pemberitaan media mengenai Rio dari dulu bisa dibilang minim. Maklum saja, selepas lulus SD, Rio melanjutkan jenjang pendidikannya di negara Singapura. Ketika menempuh pendidikan disana, dia sering mendapatkan dispensasi dari pihak sekolah karena kesibukannya mengikuti balapan. Pihak sekolah tidak begitu saja memberikan dispensasi, pertimbangan utama selain prestasi Rio, nilai akademiknya juga baik. Tercatat Rio mampu menyelesaikan studi Bisnis Manajemen di FTMS dalam rentang waktu 3,5 tahun

"Dia kuliah di FTMS Singapura. Dari waktu tempuh yang seharusnya 4 tahun, tapi 3,5 tahun sudah selesai. Nilainya di atas rata-rata. Nilainya A dan B. Dia itu kalau belajar sampai jam 04.00 pagi. Minggu malam itu dia sudah harus istirahat dan belajar sampai pagi. Besok paginya ikut kuliah dan kalau ada ujian sudah harus siap. Karena dia ingin berprestasi di bidang akademis. Rio memang diberi dispensasi, yang penting saat ujian ikut. Itu saja, kalau enggak ikut ya enggak mungkin bisa lulus secepat itu.” – Indah Pennywati.

Untuk bisa menjadi pembalap F1 tidaklah mudah. Musim ini, ada 11 tim yang akan berlaga di 21 negara yang menjadi tuan rumah gelaran ini. Dalam setiap tim beranggotakan 2 pembalap, jadi total ada 22 pembalap yang berlaga. Nah, setiap tahunnya F1 memiliki regulasi maksimal hanya boleh ada 3 rookie (pemula)  yang bisa berlaga di F1. Tahun ini Rio menjadi salah satu dari tiga rookie yang ada. Bukan sebuah pencapaian yang mudah. Semua itu adalah hasil kerja keras dia selama 17 tahun. Dimulai ketika dia memulai berlaga di gokart pada usia 6 tahun.

“Saya pertama kali bertemu dengan Rio pada November 2008, di Italia dalam kejuaraan World Championship Karting Rotax Junior. Ketika itu kami mempersiapkan gokart yang akan Rio gunakan mulai dari pedal hingga posisi stir kendaraan. Tiga hari berselang, dengan kondisi fisik yang kelebihan berat badan sekitar 5 kg, Rio berhasil meraih pole position pada perlombaan final. Jujur, saya takjub dengan potensi dan kemampuannya adaptasinya yang begitu cepat. Beberapa minggu kemudian saya menuju ke Sepang untuk melakukan tes Formula BMW. Dan lagi-lagi saya bertemu dengan Rio dengan kemampuan serupa, terbang dengan mobilnya dan menundukkan sirkuit Sepang. Sejak detik itu, saya memiliki keyakinan bahwa anak ini memiliki sesuatu yang istimewa.”

“Setelah tes, saya mengatakan kepadanya apabila dia benar-benar serius ingin menjadi pembalap F1 pertama-tama yang harus dilakukan adalah mengurangi berat badannya dan lebih keras lagi melatih fisiknya. Tiga kali saya bertanya, tiga kali pula dengan pertanyaan yang sama. Apakah kamu benar-benar serius ingin menjadi pembalap F1? Dia menjawab, Ya, saya akan melakukan segalanya untuk bisa menjadi pembalap F1. Dari situ saya merasa semakin yakin bahwa bukanlah anak yang biasa-biasa saja, tetapi seseorang yang memiliki kemauan dan kepercayaan diri yang tinggi tentang apa yang ingin dia raih.”

“Kemudian saya terbang ke Indonesia, bertemu dengan orang tuanya untuk pertama kali. Dan dari situ terjalinlah kehidupan baru bagi kemi berdua. Rio pindah ke Singapura untuk melanjutnya pendidikannya. Dan dari Singapura kami bekerja keras tiap harinya. Setiap hari Rio menghabiskan 4 jam untuk latihan, 5 hari dalam seminggu. Sabtu dan Minggu merupakan hari libur baginya. Tetapi jangan salah, kedua hari tersebut menjadi hari libur bagi Rio karena saya sebagai pelatihnya merasa kewalahan. Berenang, berlari, bersepeda hingga sesi latihan di gym semua dilahap oleh Rio.”

“Selama 7 tahun kami terus berlatih, berusaha keras, berkeringat, berdarah dan air mata. Jika ada seseorang layak untuk menjadi pembalap F1, dialah Rio Haryanto. Saudaraku, temanku, seorang pribadi yang memiliki disiplin sangat kuat dan patut menjadi contoh bagi tiap anak muda bertalenta di semua jenis olah raga.” – Dennis van Rhee, Personal Trainer Rio.
  
Lantas apakah pencapaian Rio ini menyenangkan banyak orang? Jawabannya jelas tidak. Suara sumbang langsung terdengar begitu nyaring ketika namanya secara resmi diumumkan oleh Manor Racing sebagai pembalap kedua tim tersebut. Suara sumbang ini utamanya datang dari dua negara besar, Inggris dan Amerika Serikat. Hal ini bisa dikatakan wajar, salah satu alasannya adalah karena kedua negara tersebut merupakan negara asal dari dua pembalap yang kalah bersaing dengan Rio untuk memperebutkan jatah satu kursi tersisa di Manor, Will Stevens (Inggris) dan Alexander Rossi (AS).

Banyak orang yang menganggap bahwa Rio mendapatkan jatah kursi tersebut hanya karena uang semata. Statusnya yang menjadi pay driver menjadi alasan utamanya. Nilai dana sponsor yang sanggup dibawa Rio ke Manor memang lebih banyak dibandingkan dua pembalap tadi. Tapi apakah memang semata-mata hanya uang yang dijadikan pertimbangan Manor merekrut Rio? Jelas tidak. Yang lebih penting dari dana adalah kemampuan. Selama bertahun-tahun Rio telah menunjukkan kemampuan yang dia miliki, dan puncaknya adalah capaian positifnya di GP2 musim lalu. Jadi akan sangat naif apabila hanya menganggap Rio bisa tampil di F1 bersama Manor hanya karena uang semata.
 
Suara sumbang tentang Rio memang tak sekencang riuh suka cita dukungan terhadap keberhasilan Rio bergabung dengan Manor. Selain masyarakat Indonesia yang bersuka cita, ada salah satu tokoh penting yang sangat antusias dengan hal ini. Bernie Ecclestone, bos F1, dia mengatakan sebagai suporter Rio. Hal ini dikatakan oleh manajer Rio, Piers Hunnisett. Hal ini disebabkan karena dari segi bisnis, bergabungnya Rio akan sangat berdampak positif bagi F1. Pasar F1 di Asia, terutama Indonesia akan semakin populer dengan tampilnya Rio di F1.

Kini Rio telah resmi menjadi salah satu pembalap yang akan berlaga pada balapan jet darat paling prestisius di dunia. Saat ini yang bisa kita berikan adalah doa. Doa agar Rio bisa sukses menjalani seluruh balapan F1 yang ada. Lantas, bagi rookie seperti seorang Rio, bagaimana tolak ukur kesuksesannya? Rio bisa dikatakan sukses apabila bisa memenuhi hal berikut. Pertama adalah dilihat dari perolehan poin. Dia bisa dikatakan sukses apabila musim ini dia mendapatkan lebih banyak poin dari rekan satu timnya di Manor, Pascal.

Yang kedua, untuk bisa memperoleh poin harus mengikuti balapan. Tidak sekedar mengikuti balapan saja, akan tetapi Rio harus bisa menyelesaikan full lap, dan berada di posisi tertentu. Dan ketiga ini yang terpenting. ntuk bisa mengikuti balapan harus bisa lolos dari kualifikasi. Dan terkait dengan kualifikasi ini, kemungkinan besar menjadi hal terberat yang akan dihadapi Rio pada balapan F1 musim ini. Sebuah perubahan berupa kualifikasi berdasar sistem eliminasi sudah disetujui. Tiga segmen berbeda dalam kualifikasi masih dipertahankan, tapi dengan format berbeda. Berikut penjelasan mengenai peraturan baru terkait kualifikasi pada balapan F1 musim mendatang:

Q1
- 16 menit
- Setelah 7 menit pebalap paling lambat tereliminasi
- Setelah itu setiap 90 detik sekali pebalap paling lambat akan tereliminasi sampai berakhirnya sesi dan 15 mobil tersisa
- 7 pebalap tereliminasi, 15 pebalap maju ke Q2
Q2
- 15 menit
- Setelah 6 menit pebalap paling lambat tereliminasi
- Setelah itu setiap 90 detik sekali pebalap paling lambat akan tereliminasi sampai berakhirnya sesi dan delapan mobil tersisa
- 7 pebalap tereliminasi, delapan pebalap maju ke Q3
Q3
- 14 menit
- Setelah 5 menit pebalap paling lambat tereliminasi
- Setelah itu setiap 90 detik sekali pebalap paling lambat akan tereliminasi sampai berakhirnya sesi dan dua mobil tersisa
- 2 pebalap tersisa akan bertarung untuk pole

Keberhasilan Rio berlaga di F1 bersama Manor hanyalah sebuah lompatan kecil. Jalan Rio masih sangat panjang. Didepannya, akan sekali banyak jurang pemisah yang membentang. Lompatan kecil yang dia lakukan saat ini belumlah cukup. Mengelu-elukan Rio untuk bisa menjadi pemenang di balapan F1 musim ini sangatlah tidak bijaksana. Jangankan menjadi juara, memperoleh poin saja tergolong menjadi hal yang berat, meskipun bukanlah hal yang tidak mungkin. Kita, sebagai pendukungnya, harus bisa dengan bijaksana memberikan dukungan kita. Jangan sampai dukungan besar yang kita berikan malah menjadi beban dan akhirnya akan berdampak negatif terhadap pencapaian Rio.

“Level F1 tidak mungkin bagi pembalap Indonesia. F1 masih belum menjadi level berlaga bagi pembalap Indonesia”. Istilah tersebut sudah tidak berlaku lagi. Melalui keberhasilan Rio yang musim ini akan berlaga di F1 bersama tim Manor Racing, batasan “tidak mungkin” dan “tidak level” telah hilang. Kini menjadi seorang pembalap F1 bagi orang Indonesia bukanlah lagi menjadi sebuah mimpi belaka. Hal tersebut telah menjadi nyata. Harapannya, kedepan akan muncul bakat-bakat brilian dari anak-anak Indonesia untuk menapaki jalan yang telah diawali Rio saat ini, berlaga di Formula 1.


Selamat berlaga di F1, Rio. 


Friday, March 18, 2016

#DOES, Soekamti Day dan Apresiasi

“UNTITLED”. Jawaban itu dilontarkan teman saya, Tambun, vokalis, ketika ditanya MC dalam pensi yang diadakan SMA saya, “nama band yang tampil terakhir apa, nih?”. Ya, ketika itu band kami menjadi band internal dari sekolah kami yang terakhir tampil. Banyak kakak kelas yang mengatakan dipilihnya band kami menjadi penutup (sebelum bintang tamu tampil) karena penampilan kami yang (paling) menghibur ketika proses seleksi dilakukan. Sebenarnya banyak band internal yang ingin tampil, akan tetapi karena waktu yang terbatas, maka diadakan proses seleksi untuk memilih band yang layak tampil.

Logo #DOES
Setiap band diperbolehkan membawakan 2 lagu. Kami memilih “Gejolak Kawula Muda” dari Club 80’ dan “Pejantan Tambun” dari Endank Soekamti sebagai dua lagu yang akan kami bawakan. Proses seleksi berlangsung sangat lancar, akan tetapi hal yang berbeda terjadi ketika hari-H. Karena berbagai sebab, tiba-tiba salah seorang panitia memberi tahu kami bahwa hanya ada satu lagu saja yang bisa kami bawakan. Mau tidak mau kami harus mematuhi permintaan dari panitia. Kami tetap mecoba fokus untuk bisa tampil sebaik mungkin.

Tibalah giliran kami tampil di panggung. Dari sekian banyak band yang tampil, Tambun menjadi vokalis yang paling cerewet. Setelah kami sempat membawakan intro, dia masih saja ngomong ngalor-ngidul. Tapi hal ini memang sudah dia persiapkan. Dia mengatakan kepada kami bahwa sebelum tampil kita harus sebisa mungkin memberikan apresiasi, baik kepada panitia, penonton dan juga sponsor. Selain itu, hal ini menurutnya juga bisa memikat hati para juri, agar band kami dipilih menjadi yang terbaik. Hal ini terbukti manjur. Dari detik pertama petikan gitar Cepot diikuti tabuhan drum dari saya, kemudian betotan bass Budi dan selanjutnya vokal terucap dari mulut Tambun, penonton secara spontan bergoyang bersama, larut dalam tiap hentakan nada lagu yang kami bawakan. Jadilah kami yang terbaik dalam pensi kala itu. Yeah, that was quite moment to remember.

Ketika kita memberikan apresiasi kepada seseorang, maka sudah menjadi suatu hal yang lumrah apabila orang tersebut akan berusaha untuk senantiasa memberikan yang terbaik bagi kita. Sama seperti halnya apresiasi yang kami berikan kepada panitia acara pensi, penonton dan sponsor. Terbukti, pihak-pihak tersebut menyambutnya dengan sangat positif terhadap penampilan yang kami suguhkan. Akan tetapi untuk mendapatkan sebuah apresiasi tidaklah mudah. Perlu adanya sebuah kerja keras, inovasi dan totalitas dalam tiap karya yang akan kita berikan.
Ari Soekamti, Erix Soekamti dan Dory Soekamti

Hal itu yang saya lihat dari apa yang dilakukan oleh Endank Soekamti. Sudah lama saya mengetahui band ini. Saya tidak mengatakan bahwa saya ini seorang Kamtis. Saya lebih menganggap diri saya ini sebagai penikmat musik saja. Balik lagi ke Endank Soekamti. Mulai dari album Kelas 1 hingga album Kolaborasoe saya selalu mengikuti perkembangannya. Paling tidak, dari tiap album yang ada saya mengetahui beberapa lagu hits-nya. Ketika Endank Soekamti menggarap album ke-5, Angka 8, saya juga telah mengikuti web series-nya di kanal youtube.

Saya masih sempat mengikuti perkembangan Endank Soekamti setelah itu, tepatnya kala band ini berencana menggarap album Kolaborasoe. Video di kanal youtube Endank Soekamti yang terakhir kali saya lihat kala itu adalah video tentang “Rockumentary”, semacam behind the scene pembuatan album Kolaborasoe. Praktis setelah itu saya tidak terlalu mengikuti perkembangan mereka. Pada pengerjaan album ke tujuh, Soekamti Day, saya bahkan tidak mengetahuinya. Saya baru mengetahui pasca web series pengerjaan album ke-7 di Gili Sudak dalam kanal youtube Endank Soekamti berakhir.

Sampai pada akhirnya pada suatu hari saya iseng membuka youtube. Disitu ada sebuah video dengan judul menarik “Sejarah Band Jogja”. Ketika saya klik, video tersebut diunggah oleh Erix Soekamti. “wah, pasti menarik ini”, ucap saya dalam hati. Dan benar saja, dalam video tersebut memuat sebuah cerita dari sudut pandang Erix, yang tentu saja cerita tersebut tidak akan kita ketahui dari media mainstream. Setelah video itu kemudian saya iseng scrool ke video yang lain. Scrool-click, scrool-click, scrool-click, scrool-click dan sampai akhirnya tidak terasa hampir seluruh video di chanel Erix saya tonton semua. Ya, video tersebut tidak lain tidak bukan adalah #DOES, Diary Of Erix Soekamti.

Ada beberapa poin penting yang dapat saya ambil dari ratusan tayangan #DOES. Yang pertama adalah konten yang Informatif. Banyak sekali informasi yang saya secara pribadi dapatkan dari tayangan #DOES. Tips tentang fotografi, tips tentang video editing, tips mengenai travelling, kekaguman seorang Erix terhadap sosok Raisa dan masih banyak tips lain yang Erix bagikan dalam tiap tayangan vlognya. Selain itu, dari berbagai tayangan #DOES saya bisa melihat dengan gamblang bagaimana Erix menunjukkan dengan nyata bahwa banyak seniman di Indonesia, dan Jogja khususnya sangat murah hati untuk diajak berbagi. Saya melihat bahwa lewat #DOES Erix ingin sebanyak mungkin menunjukkan potensi besar yang dimiliki Indonesia, baik di bidang musik, di bidang animasi dan bahkan di bidang pariwisata.

Dari tayangan ini saya bisa mengenal ada musisi dari Malang sekeren Atlesta. Lagu Sensation dari musisi ini hingga saat ini masih menjadi salah satu favorit di playlist saya. Dari tayangan ini saya bisa mengetahui tentang luasnya kreativitas anak-anak Endank Soekamti lewat Euphoria digital dengan berbagai project video klip musisi ternama Indonesia. Lewat Euphoria Records dimana Jalu dengan genre Jazznya ditemukan. Dari #DOES ini pula saya bisa mengetahui mengenai project nan ambisius dari Endank Soekamti yang ingin memprakarsai Revolusi Musik Indonesia melalui Euphoria.id.

Belum berhenti disitu, #DOES pula memiliki sebuah project mulia, #DOES University. Dalam project ini, Endank Soekamti mendirikan sebuah sekolah animasi yang diperuntukkan bagi 10 murid terpilih untuk dikarantina selama 6 bulan. Selama 6 bulan tersebut (sekarang sudah berjalan kurang lebih 3 bulan), siswa #DOES University ditempatkan dalam sebuah rumah. Tugas mereka hanya satu, belajar animasi. Soal kehidupan sehari-hari, tempat tinggal, makan, peralatan belajar hingga tenaga pelajar semua ditanggung. Selain latar belakang dan visi dari project ini, yang menjadikan project ini semakin menarik adalah terkait biaya operasional.

Beberapa hari lalu dalam tayangan #DOES, belakangan diketahui bahwa biaya operasional bulanan dari #DOES University mencapai Rp. 10 jt. Bukan jumlah yang sedikit pastinya. Tentu saja manajemen Endank Soekamti yang menanggungnya. Akan tetapi banyak juga penonton dari #DOES yang dengan sukarela menjadi donaturnya. Banyak yang memberikan sumbangan uang dengan jumlah ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah, ada yang menyumbangkan jasa catering selama seminggu, ada yang menyumbang proyektor, ada yang menyumbang AC dan masih banyak sumbangan lainnya. Tanpa disadari, #DOES telah menjadi sebuah komunitas. Komunitas yang digalah Erix dan Endank Soekamti yang dengan sukarela sebisa mungkin memberikan kontribusi untuk mengasah potensi-potensi terbaik yang dimiliki bangsa ini.

Kaitannya dengan kontribusi, bagi saya pribadi, bagian terbaik dari #DOES adalah Soekamti Day. Ya, album terbaru dari Endank Soekamti ini seperti memberikan saya sebuah perspektif baru terhadap sebuah karya seni, dalam hal ini adalah sebuah album musik. Dalam berbagai tayangannya, #DOES banyak memberikan informasi terkait dengan proses dibuatnya album Soekamti Day. Dari sini lah saya bisa mengetahui bagaimana proses kreatif tanpa henti digulirkan Endank Soekamti. Proses ini dilakukan secara kolektif oleh seluruh manajemen Endank Soekamti. Etos kerja, totalitas, inovasi dan kreatifitas terbalut dengan natural dalam diri mereka.

Boxset Soekamti Day
Tanpa sadar tampaknya saya tersugesti oleh sebuah kutipan dari Erix, “setiap orang pada dasarnya selalu membutuhkan vitamin A, Apresiasi”. Pada akhirnya muncul bisikan di fikir saya, “hal seperti ini lah yang sangat pantas untuk mendapatkan sebuah apresiasi”. Setelah apa yang saya saksikan dalam berbagai tayangan #DOES maupun video di kanal Endank Soekamti, fikir saya telah mengamini bahwa mereka memang benar-benar layak mendapatkan apresiasi. Kini giliran perbuatan/tindakan saya yang mengamini. Dengan cara bagaimana? Saya memilih memberikan apresiasi terhadap mereka melalui salah satu cara termudah, membeli boxset Soekamti Day.

Harus menunggu hingga lebih dari satu bulan sampai akhirnya boxset album Soekamtiday sampai di tangan saya. Maklum, saya mendapatkan antrian sekitar nomer 4000-an, jadi wajar apabila menunggu dalam hitungan minggu. Sejauh ini menjadi salah satu karya seni termahal yang pernah saya beli. Padahal pihak Endank Soekamti juga menyediakan lagu-lagu di album Soekamti Day bisa dinikmati secara gratis. Tetapi tetap saja, saya masih sudi untuk mengeluarkan sejumlah uang yang jumlahnya bisa dikatakan tidak sedikit untuk membeli boxset ini. Akan tetapi harga itu sebanding dengan apa yang kita dapatkan dalam boxset Soekamti Day. Selain ada CD musik, ada juga DVD behind the scene, kaos, komik dan CD dari Jalu TP.

Dalam album kali ini, lagi-lagi Endank Soekamti melakukan sebuah inovasi baru. Apabila di album sebelumnya, Kolaborasoe, mereka berkolaborasi dengan berbagai musisi kenamaan di Indonesia, di album ini mereke berkolaborasi dengan seluruh penikmat musik di dunia. Hal ini bisa anda lihat, dengar dan nikmati dari adanya Soekamti Karaoke. Siapa saja, basis, gitaris, drumer, vokalis, pianis, dj, atau orang awam sekalipun semuanya bisa berkolaborasi dengan Endank Soekamti lewat Soekamti Karaoke. Semua ini dimungkinkan lewat format open source dalam beberapa lagu di album Soekamti Day. Sebuah inovasi yang benar-benar fresh. Mungkin format open source pada album Soekamti Day ini satu-satunya di dunia. CMIIW.

Dengan ini saya ingin mengucapkan selamat kepada saya, karena saya telah menemukan perspektif baru terhadap karya seseorang. Selamat juga kepada Endank Soekamti dan #DOES karena kalian telah menambah satu orang lagi ke dalam Kamtis Family, saya. Saya juga ingin  mengucapkan terima kasih kepada Endank Soekamti dan #DOES karena telah mengedukasi subscribernya dengan sebuah nilai yang amat berharga, APRESIASI KARYA SENI. Semoga apresiasi yang didapatkan ini menjadi energi baru bagi kalian untuk tetap menyuguhkan inovasi dalam tiap karya selanjutnya.

Wednesday, January 27, 2016

Berbagai Fungsi Tombol dalam Keyboard Komputer

Di blog ini, saya lebih banyak menulis tentang opini pribadi. Ada yang berasal dari buku yang saya baca, ada juga yang mengulas film, ada yang berisi pandangan tentang fenomena sosial, ada uneg-uneg tentang klub sepak bola favorit dan lain sebagainya. Kali ini saya akan posting tulisan yang beda dari biasanya. Tulisan ini berisikan informasi. Dan saya sangat meyakini bahwa informasi yang akan anda baca akan bermanfaat.

Ide dari tulisan ini muncul ketika saya stuck beberapa menit ketika mencoba untuk menulis salah satu artikel di blog ini. Saya hanya bisa memandangi layar dan keyboard. Kemudian dari banyaknya tombol keybord yang ada, muncul pertanyaan di kepala. “Tombol sebanyak ini bisa untuk apa aja, ya?”. Nah, dari situ saya mencoba mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai fungsi tombol di keyboard dan berbagai macam kombinasinya.

Fungsi Tombol F1-F12
F1 : Menjalankan fungsis pertolongan yang disediakan pada Word
F2 : Memindahkan teks atau objek yang dipilih
F3 : Menjalankan perintah AutoText
F4 : Mengulangi perintah sebelumnya
F5 : Menjalankan perintah Find and Replace atau Go to
F6 : Menjalankan Perintah Other Panel
F7 : Memeriksaan kesalahan ketik dan ejaan teks
F8 : Awal perintah penyorotan/pemilihan teks atau objek
F9 : Mengupdate Field (Mail Merge)
F10 : Mengaktifkan Menu
F11 : Memasukkan field berikutnya (Mail Merge)
F12 : Mengaktifkan dialog Save As

Tombol lain di Keyboard
Esc : Membatalkan dialog / perintah
Enter : Melaksanakan pilihan atau mengakhiri suatuparagraf
Tab : Memindahkan teks sesuai dengan tanda tab yang ada pada ruler horizontal
Windows : Mengktifkan Menu Start
Shortcut : Mengaktifkan shortcut pada posisi kursor
Delete : Menghapus 1 karakter di sebelah kanan kursor
Backspace : Menghapus 1 karakter di sebelah kiri kursor
Insert : Menyisip karakter di posisi kursor
Home : Memindahkan posisi kurosr ke awal baris
End : Memindahkan posisi kurosr ke akhir baris
Page Up : Menggulung layar ke atas
Page Down : Menggulung layar ke atas
Up : Memindahkan kursor 1 baris ke atas
Down : Memindahkan kursor 1 baris ke bawah
Left : Memindahkan kursor 1 karakter ke kiri
Right : Memindahkan kursor 1 karakter ke kanan
Num Lock On : Fungsi pengetikan angka-angka dan operator matematik aktif
Num Lock Off : Fungsi tombol navigasi aktif
Shift + F10 : Membuka menu pintas, sama seperti mengklik kanan
Alt : Penekanan tombol yang tidak dikombinasikan dengan tombol lain hanya berfungsi untuk mengaktifkan atau memulai penggunaan menu bar
Shift + Delete : Menghapus item yang dipilih secara permanen tanpa menempatkan item dalam Recycle Bin

Fungsi Tombol Ctrl dan kombinasinya:
Ctrl + A : Select All
Ctrl + B : Bold
Ctrl + C : Copy
Ctrl + D : Font
Ctrl + E : Center Alignment
Ctrl + F : Find
Ctrl + G : Go To
Ctrl + H : Replace
Ctrl + I : Italic
Ctrl + J : Justify Alignment
Ctrl + K : Insert Hyperlink
Ctrl + L : Left Alignment
Ctrl + M : Hanging Indent
Ctrl + N : New
Ctrl + O : Open
Ctrl + P : Print
Ctrl + Q : Normal Style
Ctrl + R : Right Alignment
Ctrl + S : Save / Save As
Ctrl + T : Left Indent
Ctrl + U : Underline
Ctrl + V : Paste
Ctrl + W : Close
Ctrl + X : Cut
Ctrl + Y : Redo
Ctrl + Z : Undo
Ctrl + 1 : Single Spacing
Ctrl + 2 : Double Spacing
Ctrl + 5 : 1,5 lines
Ctrl + Esc : Start Menu
Ctrl + F10 (Memaksimalkan jendela konsol yang aktif)
Ctrl + F5 (Memulihkan jendela konsol yang aktif)
Ctrl + Right Arrow : Memindahkan titik penyisipan keawal kata berikutnya
Ctrl + Left Arrow : Memindahkan titik penyisipan ke awal kata sebelumnya
Ctrl + Down Arrow : Memindahkan titik penyisipan ke awal paragraf berikutnya
Ctrl + Up Arrow : Memindahkan titik penyisipan ke awal paragraf sebelumnya
Ctrl + F4 : Close dokumen aktif dalam program-programyang memungkinkan Anda untuk memiliki beberapa dokumen yang terbuka secara bersamaan
Ctrl + Shift + Tab : Bergerak mundur melalui tab
CTRL + C (Copy)
CTRL + X (Cut) CTRL + X (Cut)
CTRL + V (Paste) CTRL + V (Paste)
CTRL + Z (Undo) CTRL + Z (Undo)
CTRL sambil menyeret (men-drag) sebuah item (Menyalin item yang dipilih)
CTRL + SHIFT sambil menyeret item (Buat cara pintas ke item yang dipilih)
CTRL + RIGHT ARROW (Memindahkan titik penyisipan (kursor) ke awal kata berikutnya)
CTRL + LEFT ARROW (Memindahkan titik penyisipan (kursor) ke awal kata sebelumnya)
CTRL + DOWN ARROW (Memindahkan titik penyisipan (kursor) ke awal paragraf berikutnya)
CTRL + UP ARROW (Memindahkan titik penyisipan(kursor) ke awal paragraf sebelumnya)
CTRL + SHIFT dengan salah satu ARROW KEY (Sorot blok teks)
CTRL + F4 (Menutup dokumen aktif dalam program-program yang memungkinkan Anda untuk
CTRL + ESC (Menampilkan menu Start)

Fungsi tombol Logo Windows dan Kombinasinya
Windows Logo (Menampilkan atau menyembunyikan menu Start)
Logo Windows + BREAK (Menampilkan System Properties dialog box)
Logo Windows + D (Menampilkan the desktop)
Logo Windows + M (Meminimalkan semua jendela)
Logo Windows + SHIFT + M (Memulihkan jendela yang diminimalkan)
Logo Windows + E (Membuka My Computer)
Logo Windows + F (Mencari for a file atau folder)
CTRL + Windows Logo + F (Mencari for komputer)
Logo Windows + F1 (Menampilkan Windows Help)
Logo Windows + L (Mengunci keyboard)
Logo Windows + R (Membuka kotak dialog Run)
Logo Windows + U (Membuka Utility Manager) Accessibility Tombol board Shortcuts

Fungsi Tombol Alt dan Kombinasinya:
Alt + F4 : Menutup item aktif, atau keluar dari program aktif
Alt + Enter : Menampilkan properti dari objek yang dipilih
Alt + Spacebar : Buka menu shortcut untuk jendela aktif
Alt + Tab : Switch antara item yang terbuka
Alt + Esc : Cycle melalui item dalam urutan yang mereka telah dibuka
ALT + ENTER (Melihat properti untuk item yang dipilih)
ALT + F4 (Menutup item aktif, atau keluar dari program aktif)
ALT + ENTER (Menampilkan properti dari objek yang dipilih)
ALT + SPACEBAR (Buka menu shortcut untuk jendela aktif)
ALT + TAB (Beralih antara item yang terbuka)
ALT + ESC (Cycle melalui item dalam urutan yang mereka telah dibuka)
ALT + SPACEBAR (Tampilan menu Sistem untuk jendela aktif)
ALT + huruf digarisbawahi dalam nama menu (Menampilkan menu yang sesuai)

Windows Explorer Tombolboard Shortcuts Windows Explorer Tombolboard Shortcuts
END (Menampilkan bagian bawah jendela aktif)
HOME (Menampilkan bagian atas jendela aktif)
NUM LOCK + Asterisk sign (*) (Tampilkan semua subfolder yang berada di bawah folder yang dipilih)
NUM LOCK + Plus sign (+) (Menampilkan isi dari folder yang dipilih)
NUM LOCK + Minus sign (-) (Collapse folder yang dipilih)
LEFT ARROW (Collapse pilihan saat ini jika diperluas, atau pilih folder utama)
RIGHT ARROW (Menampilkan pilihan saat ini, ataupilih subfolder pertama)

Microsoft Management Console (MMC) Main Window Tombol board Shortcuts
F5 tombol (Update konten dari semua jendela konsol)
ALT + SPACEBAR (Menampilkan menu jendela MMC)
ALT + F4 (Close the console)
ALT + A (Menampilkan the Action menu)
ALT + V (Menampilkan the View menu)
ALT + F (Menampilkan the File menu)
ALT + O (Menampilkan the Favorites menu) Konsol MMC Window Tombolboard Shortcuts
CTRL + P (Mencetak halaman aktif atau aktif pane)
ALT + tanda Minus (-) (Menampilkan menu jendela jendela konsol yang aktif)
SHIFT + F10 (Menampilkan the Action menu shortcut untuk item yang dipilih)
Tombol F1 (Membuka topik Bantuan, jika ada, untuk item yang dipilih)
Tombol F5 (Update konten dari semua jendela konsol)
ALT + ENTER (Menampilkan kotak dialog Properties, jika ada, untuk item yang dipilih)

Keyboard Shortcuts Dialog Box
CTRL + TAB (Move forward melalui tab)
CTRL + SHIFT + TAB (Bergerak mundur melalui tab)
TAB (Move forward melalui pilihan)
SHIFT + TAB (Bergerak mundur melalui pilihan)
ALT + huruf yang digarisbawahi (Lakukan perintah yang sesuai atau pilih opsi yang sesuai)
ENTER (Lakukan perintah untuk opsi atau tombol aktif)
SPACEBAR (Pilih atau menghapus kotak centang jika pilihan yang aktif adalah check box)
Arrow tombols Panah (Pilih sebuah tombol jika pilihan aktif adalah group tombol pilihan)
Tombol F1 (Menampilkan Help)
Tombol F4 (Menampilkan item dalam daftar aktif)
BACKSPACE (Membuka folder satu tingkat ke atas jika folder dipilih dalam Simpan Sebagai atau Buka kotak dialog)

Microsoft Natural Tombolboard Shortcuts
Right SHIFT selama delapan detik (Beralih FilterTombols on atau off)
LEFT ALT + LEFT SHIFT + PRINT SCREEN (Beralih High Contrast on atau off)
LEFT ALT + LEFT SHIFT + NUM LOCK (Mengaktifkan MouseTombols on atau off)
SHIFT lima kali (Mengaktifkan StickyTombols on atau off)
NUM LOCK selama lima detik (Mengaktifkan ToggleTombols on atau off)
Logo Windows + U (Membuka Utility Manager)